Selasa, 04 Desember 2012

Pengaruh Kualitas Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial (Survey pada perusahaan go-publik di Jawa Barat)



REVIEW 3
Pengaruh Kualitas Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial
(Survey pada perusahaan go-publik di Jawa Barat)
Oleh:
Agus Widarsono
(Staf Pengajar Prodi Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi & Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI BHMN) Bandung)
(Hasil dan Pembahasan)
                     Nama: Fenita
                                                      NPM : 22211809
         Kelas: 2EB09
 Hasil dan Pembahasan
 Hasil Penelitian
 Deskripsi Statistik
 Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan mail survey questionaire. Kuisioner ini dipersiapkan untuk 23 manajer perencanaan keuangan perusahaan manufaktur aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2004. Penulis mengirimkan kuisioner sebanyak jumlah populasi perusahaan manufaktur go publik aneka industri yaitu sebanyak 47 buah kuisioner (sejumlah populasi), berdasarkan pertimbangan atas respon pengembalian kuisioner yang dikhawatirkan kurang baik. Penulis melakukan pengiriman dalam dua tahap pengiriman, karena setelah tahap satu respon pengembalian kurang mencukupi untuk dijadikan sampel. Selanjutnya hingga batas pengiriman yang kedua ditentukan penulis, kuisioner yang kembali kepada peneliti seluruhnya berjumlah sebanyak 27 kuisioner atau sebanyak 57 % dari total kuisioner yang diedarkan.
 Karakteristik Responden
 Bagian Departemen Tempat bekerja dan Lama menjabat
Berdasarkan unit/departemen tempat bekerja para responden, responden yang bekerja sebagai manajer perencanaan keuangan sebanyak 15 orang atau 55,5%, project leader 7 orang atau 26%, kepala bidang 5 orang atau 18,5% dari seluruh kusioner yang diterima. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini bekerja sebagai bagian perencanaan keuangan yang terbiasa melakukan penyusunan anggaran. Pada unit/departemen tempat bekerja, responden yang bekerja > 10 tahun sebanyak 8 responden, 5-10 tahun sebanyak 13 responden, < 5 tahun sebanyak 6 responden. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini menjabat sebagai manajer > 5 tahun.
Pendidikan Terakhir
Sebagian besar pendidikan terakhir responden adalah S1, dengan hasil penelitian yang menunjukkan untuk pendidikan terakhir S3 sebanyak 3 responden, S2 sebanyak 7 responden, S1 sebanyak 17 responden.
 Gambaran umum tanggapan responden
Untuk melihat secara rinci gambaran umumtanggapan responden setiap variable akan diuraikan dalam bagian berikut ini. Setiap dimensi/aspek yang ditanyakan akan diuraikan terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan penilaian terhadap kualitas masing-masing item akumulasi/keseluruhan dengan cara membuat tabel kategori penilaian. Perhitungan skor tiap-tiap komponen yang diteliti adalah dengan mengalikan seluruh frekuensi data dengan nilai bobotnya, selanjutnya dicari rentang skalanya (Umar, 1999:225). Perhitungannya dilakukan
dengan langkah sebagai berikut:
a. Bobot terendah x item x jumlah responden
b. Bobot tertinggi x item x jumlah responden
c. Rentang skalanya Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat dibuat skala penilaian dengan kategori Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi dan Sangat Tinggi.
Tanggapan responden mengenai variabel kualitas informasi manajemen Indikator diperlukannya Informasi manajemen yang berkualitas diukur dengan menggunakan enam dimensi yang dinyatakan dalam 31 butir pernyataan yang relevan. Berikut ini akan diuraikan gambaran tanggapan responden sesuai dengan indikator yang dimaksud.
Tabel 5.1.2.1.g Rekapitulasi Distribusi Tanggapan Responden Atas Variabel Kualitas Informasi Manajemen

Jumlah skor tanggapan responden atas ke-31 butir pernyataan (dalam enam dimensi) pada variable kualitas informasi manajemen diperoleh sebesar 3515 dengan bobot skor tertinggi adalah 5 dan bobot terendah 1. Jika diklasifikasikan menjadi lima tingkatan maka rentang skor antar tingkatan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
Nilai skor minimum     : 1 x 27 x 31 = 837
Nilai skor maksimum  : 5 x 27 x 31 = 4185
Range                           : 4185 – 837 = 3348
Jenjang Range             : 3348 : 5 = 670 (pembulatan)
Interval kategori untuk jumlah total skor tanggapan responden atas ke-31 butir pernyataan (dalam enam dimensi) variabel kualitas informasi manajemen dapat digambarkan dalam bentuk garis kontinum sebagai berikut :
Berdasarkan interval kategori diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel kualitas informasi manajemen, secara umum termasuk dalam kategori Tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa informasi manajemen yang berkualitas dengan karakteristik tertentu telah digunakan dalam proses pengambilan keputusan manajerial.
 Tanggapan responden mengenai variabel kinerja manajerial
Variabel kinerja manajerial diukur dengan menggunakan 16 butir pertanyaan yang relevan dengan dimensi fungsi anggaran. Berikut ini akan diuraikan gambaran tanggapan responden sesuai dengan variabel yang dimaksud.
Tabel 5.1.2.2 Distribusi Tanggapan Responden Atas Variabel fungsi perencanaan keuangan
Kesimpulan mendasar yang dapat diambil dari angka persentase diatas adalah bahwa dalam melaksanakan fungsinya manajer, sebagai perencana keuangan maka aktivitas planning merupakan hal yang terutama. Hal ini tersirat dalam ukuran indikator Sering yang dipilih para responden dimana hal ini menunjukkan peranan responden dalam aktivitas bisnis perusahaan. Jumlah skor tanggapan responden atas butir pernyataan pada variabel fungsi perencanaan keuangan diperoleh sebesar 938 dengan bobot skor tertinggi adalah 5 dan bobot terendah 1. Jika diklasifikasikan menjadi lima tingkatan maka rentang skor antar tingkatan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
Nilai skor minimum     : 2 x 27 x 9 = 486
Nilai skor maksimum  : 5 x 27 x 9 = 1215
Range                          : 1215 – 486 = 729
Jenjang Range             : 729 : 5 = 146 (pembulatan)
Interval kategori untuk jumlah total skor tanggapan responden dapat digambarkan dalam bentuk garis kontinum sebagai berikut :
Berdasarkan interval kategori diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden mengenai variabel kinerja manajerial, secara umum termasuk dalam kategori Tinggi, hal ini menunjukkan bahwa responden sebagai manajer perencana keuangan di perusahaan memiliki perananya yang penting terutama menyangkut kepada penyusunan anggaran.
 Pengujian Model Regresi Berganda
Dalam model regresi berganda yang menggunakan pendekatan Ordinary Least Square ( OLS ) perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui bahwa dalam model regresi yang diperoleh bebas dari multikolinier, heteroskedastis dan auto korelasi. Namun dalam penelitian ini pengujian auto korelasi tidak digunakan karena menggunakan data cross section. Dari hasil perhitungan regresi berganda dalam lampiran, hasil perhitungan regresi berganda yang merupakan hasil pengolahan dengan menggunakan program Minitab ver 14.0 diperoleh suatu model atau persamaan regresi yang memperlihatkan pengaruh Kualitas Informasi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. Persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 + β6X6 + e
Y = 43.7 + 0.176 X1 - 2.43 X2 - 0.652 X3 + 1.55 X4 + 1.24 X5 + 1.72 X6
(0,55) (-1,94) (2,31) (2,07) (908) (3,03)
R2 = 31,6% F = 3,00
Angka dalam kurung adalah t-statistik. Dengan persamaan di atas dapat dilihat bahwa variabel kinerja manajemen dipengaruhi secara positif oleh variabel kualitas informasi manajemen dengan sub variable masing-masing X1, sampai dengan X6 yaitu dengan koefisien regresi (b) yaitu b1 = 0.1757, b2 = -2.433 , b3 = -0.6519, b4 = 1.5461 ,b5 = 1.244 , dan b6 = 1.7233. Koefisien determinasi (R2) dalam hasil regresi output minitab ver. 14.2 adalah sebesar 31,6 %, hal ini menunjukkan variabel bebas dengan sub variable-nya secara serempak menjelaskan variabel terikat sebesar 31,6%, masih terdapat variabel lain sebesar 68,4% dalam menjelaskan variabel Y. Multikollinier Dalam pengujian model regresi harus bebas dari multikollinier karena terjadinya multikollinier akan menyebabkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tertutup oleh variabel bebas lainnya. Untuk mengetahui adanya multikolinier digunakan program SPSS yaitu membandingkan tingkat signifikansi penelitian (0,05) dengan tingkat signifikansi yang dihasilkan komputer (p) dari korelasi antar variabel X1 dengan variabel X2. Bila p ≤ α{ 0,05} , maka terjadi multikolinier Bila p > α{ 0,05 } , maka tidak terjadi multikolinier Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa tingkat signifikansi korelasi antar variabel X1 dengan variabel X2 (p = 0,113), X1 dengan variabel X3 (p = 0,113), X1 dengan variabel X4 (p = 0,113), X1 dengan variabel X5 (p = 0,113), X1 dengan variabel X6 (p = 0,113), X2 dengan variabel X3 (p = 0,113), X2 dengan variabel X4 (p = 0,113), X2 dengan variabel X5 (p = 0,113), X2 dengan variabel X6 (p = 0,113), X3 dengan variabel X4 (p = 0,113), X3 dengan variabel X5 (p = 0,113), X3 dengan variabel X6 (p = 0,113), X4 dengan variabel X5 (p = 0,113), X4 dengan variabel X6 (p = 0,113), dan X5 dengan variabel X6 (p = 0,113), sehingga dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinier karena p > α{ 0, 05 } berarti antar sub variabel kualitas informasi manajemen tidak akan saling menutupi dalam mempengaruhi variabel kinerja manajerial.

Heteroskedastis
Dalam penelitian ini pengujian heteroskedastis dilakukan dengan menggunakan rank korelasi Spearman. Heteroskedastis dalam metode ini diketahui bila terjadi korelasi antara e dengan X, berdasarkan pada pengujian korelasi Spearman. Signifikansi rs dapat diketahui dengan membandingkan tingkat signifikansi penelitian (α = 0,05) dengan nilai signifikansi hasil output komputer (p). Adapun kaidah keputusannya adalah
sebagai berikut :
Bila p > α { 0,05 } , maka terjadi homoskedastis Bila p ≤ α { 0,05} , maka terjadi heteroskedastis Dari hasil perhitungan korelasi antara varaibel e dengan variabel X1, X2, X3, X4, X5, dan variabel X6 , dapat diketahui bahwa siginifikansi (p) dari korelasi e dengan X1 adalah 0,825, signifikansi (p) dari korelasi antara e dengan X2 adalah 0,273, signifikansi (p) dari korelasi antara e dengan X3 adalah 0,273, signifikansi (p) dari korelasi antara e dengan X4 adalah 0,273, signifikansi (p) dari korelasi antara e dengan X5 adalah 0,273, signifikansi (p) dari korelasi antara e dengan X6 adalah 0,273. Kedua siginifikansi hasil perhitungan komputer tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi penelitian,p1{ 0,825 } > α { 0,05 } p2{ 0,273 } > α { 0,05 } Hal ini membuktikan bahwa dalam model regresi tersebut tidak terdapat heteroskedastis atau dalam model regresi tersebut terdapat homoskedastis.
 Pembahasan
Dalam hal ini pembahasan dilakukan dengan menganalis hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
 Analisis Pengaruh Karakteristik
Informasi yang : Relevan, Keandalan, Lengkap dan Ringkas, Tepat waktu, Dapat dipahami, dan Dapat diverifikasi, secara Simultan terhadap Kinerja Manajerial (Hipotesis 1) Dari model regresi dapat di lihat bahwa variabel kinerja manajerial (Y) dijelaskan oleh variabel kualitas informasi manajemen (X) sebesar koefisien determinasi (R2) = 31,6% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain sebesar 68,4%. Keberartian secara simultan variabel-variabel bebas dapat dilihat dari hasil Uji-F. Hipotesis operasionalnya:
H0 : ßi = 0
H1 : ßi ≠ 0,
 paling tidak ada salah satu koefisien regresi yang tidak sama dengan nol.
Keputusan: F > Fα{k;(n-k-1)}, maka tolak H0
F ≤ Fα{k;(n-k-1)}, maka terima H0
Dari output perhitungan yang dihasilkan pada perhitungan regresi linier berganda didapat Fhitung = 3,00 dengan nilai P (0.029) pada signifikansi penelitian 0,05 Keputusannya Fhitung > Ftabel berarti H0 ditolak. Artinya benar bahwa, kualitas informasi dengan karakteristik Relevan, Keandalan, Lengkap dan Ringkas, Tepat waktu, Dapat dipahami, dan Dapat diverifikasi, secara serempak berpengaruh terhadap kinerja manajerial.
Analisis Pengaruh Karakteristik Informasi yang : Relevan, Keandalan, Lengkap dan Ringkas, Tepat waktu, Dapat dipahami, dan dapat diverifikasi, secara Partial terhadap Kinerja Manajerial (Hipotesis 2)
Selain pengaruh serempak dari variable kualitas informasi manajemen terhadap kinerja manajerial selanjutnya dilakukan pengujian secara partial untuk mengetahui pengaruh masing-masing sub variable kualitas informasi manajemen terhadap kinerja manajerial sesuai hipotesis kedua. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Uji-t, dengan hipotesis operasional sebagai berikut:
H0 : β1 = 0
H1 : β1 > 0
Keputusan: t1 > t(α,n-2), maka tolak H0
t1 ≤ t(α,n-2), maka terima H0
Dari output hasil perhitungan regresi linie melalui program komputer di dapat t1 hitung = 1.22, t2 hitung = 1.30 , t3 hitung = 1.02, t4 hitung =1.55 ,t5 hitung = 2.08 , dan t6 hitung = 2.22, dengan nilai P masing-masing adalah p1 = 0.233, p2 = 0.204 , p3 =0.319 , p4 = 0.133 , p5 = 0.048, dan p6 = 0.036, pada tingkat signifikansi penelitian sebesar 0,05 pada uji satu arah (one-tail ). Jadi t1 hitung > t tabel, hal ini membuktikan bahwa hipotesis penelitian yang dikemukakan peneliti dapat teruji, untuk variabel X1 sampai dengan X4 dikatakan terdapat pengaruh tetapi tidak signifikan sedangkan X5 dan X6 dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan.
Simpulan dan Saran
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasa yang telah ditentukan dan sesuai dengan rumusan permasalahan dimuka, maka dapat diajukan simpulan sebagai berikut :
1. Secara Simultan, Kualitas Informasi Manajemen dengan karakteristik Informasi yang : Relevan, Keandalan, Lengkap dan Ringkas, Tepat waktu, Dapat dipahami, dan dapat diverifikasi, berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada perusahaan manufaktur go publik aneka industri di Jawa Barat. Pada penelitian ini manajer memperoleh informasi dengan cukup berkualitas yang memenuhi kriteria relevan, keandalan, lengkap dan ringkas, tepat waktu , dapat dipahami, dan dapat diverifikasi sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan manajer, meskipun masih terdapat variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan mereka, informasi yang berkualitas menjadi bahan pertimbangan yang pertama dalam menentukan langkah-langkah perencanaan sesuai dengan fungsi mereka sebagai pengelola organisasi.
2. Secara Parsial, Kualitas Informasi Manajemen dengan karakteristik Informasi yang : Relevan, Keandalan, Lengkap dan Ringkas, Tepat waktu, Dapat dipahami, dan dapat diverifikasi, berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada perusahaan manufaktur go publik aneka industri di Jawa Barat. Pengambilan keputusan yang dilakukan manajer berpengaruh terhadap perencanaan keuangan, artinya jika pengambilan keputusan dilakukan dengan baik, maka perencanaan keuangan yang mereka buat akan baik pula. Pengambilan keputusan yang baik adalah dengan didasarkan pada informasi yang diperoleh berkualitas sehingga terlihat pada perencanaan keuangan yang disusun. Proses pengambilan keputusan yang meliputi fase-fase identifikasi, pengembangan, dan finalisasi atau seleksi perlu dilakukan dan didasarkan pada informasi yang diperoleh sehingga mendukung dalam pelaksanaan tugas manajer terutama fungsi perencanaan keuangan.
Saran Dan Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan, dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Pemanfaatan informasi berkualitas yang diperoleh para manajer hendaknya terus dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan dengan memperbaiki sistem pengolahan informasi dari berbagai aspek termasuk pengembangan teknologi informasi sehingga dihasilkan informasi yang berkualitas.
2. Variabel Kualitas Informasi dalam penelitian ini terbatas pada karakteristik Relevant, Reliable, Aggregation, Timely, Understandable, Verifiable. Dimana masih terdapat banyak kriteria yang mendukung karakteristik informasi berkualitas.
3. Variabel Kinerja Manajerial dapat diukur dan dikembangkan lebih lanjut misalnya dengan indikator konsep Total Quality Management, Balance Scorecard, dan lainnya.
4. Pada penelitian selanjutnya diharapkan populasi dan sampel diperluas, untuk memperoleh hasil penelitian dan dasar justifikasi yang optimal Penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain adalah Hasil penelitian ini sangat tergantung pada kejujuran para responden dalam menjawab kuesioner, namun peneliti telah berusaha untuk meminimalkan terjadinya ketidakjujuran dengan kontak pertelpon secara acak serta disample dan dikirimkankannya kuisioner dalam 2 tahap perngiriman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar